October 29, 2026 | Asmaul Husna

Al-Qadir: Mustahil Itu Kata Manusia, Bukan Kata Allah

Oleh M Salman Azhar
Al-Qadir: Mustahil Itu Kata Manusia, Bukan Kata Allah

Ada kata yang sering kita ucapkan tanpa sadar: "Gak mungkin."

"Gak mungkin aku bisa hafal Al-Qur'an di usia segini." "Gak mungkin utangku lunas." "Gak mungkin dia berubah." "Gak mungkin aku sembuh." "Gak mungkin aku punya anak."

Kata-kata itu terdengar realistis. Kita mengukur kemungkinan berdasarkan data, pengalaman, dan logika.

Tapi Al-Qur'an berkali-kali menceritakan hal-hal yang secara logika manusia mustahil, lalu terjadi. Dan setiap kali, ada satu nama yang menjadi kuncinya: Al-Qadir.

Makna Al-Qadir

Al-Qadir berasal dari akar ق-د-ر (q-d-r), yang punya dua makna utama: mampu, berkuasa, dan menakar, menentukan ukuran. Kata qadar (takdir) berasal dari akar yang sama.

Al-Qadir adalah Allah yang Maha Kuasa, yang mampu melakukan apa pun yang Dia kehendaki, tanpa ada yang bisa menghalangi dan tanpa ada yang melemahkan-Nya.

Ungkapan innallaha 'ala kulli syai'in qadir, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, adalah salah satu kalimat yang paling sering diulang dalam Al-Qur'an.

يَكَادُ ٱلۡبَرۡقُ يَخۡطَفُ أَبۡصَٰرَهُمۡۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوۡاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظۡلَمَ عَلَيۡهِمۡ قَامُواْۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَٰرِهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٢٠

QS. Al-Baqara: 20

...Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kisah-Kisah "Gak Mungkin"

Al-Qur'an penuh dengan kisah yang secara logika manusia gak mungkin terjadi.

Nabi Zakariya sudah sangat tua, tulangnya lemah, rambutnya putih. Istrinya mandul. Secara biologis, gak mungkin mereka punya anak. Tapi ketika ia berdoa, Allah memberinya kabar gembira tentang Yahya. Zakariya sendiri heran dan bertanya bagaimana mungkin. Dan jawaban Allah sangat singkat:

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَٰمٞ وَقَدۡ بَلَغَنِيَ ٱلۡكِبَرُ وَٱمۡرَأَتِي عَاقِرٞۖ قَالَ كَذَٰلِكَ ٱللَّهُ يَفۡعَلُ مَا يَشَآءُ ٤٠

QS. Aal-i-Imraan: 40

...Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Maryam gak pernah disentuh laki-laki. Secara biologis, gak mungkin ia hamil. Tapi ketika malaikat datang membawa kabar tentang Isa, dan Maryam bertanya bagaimana mungkin, jawabannya:

قَالَتۡ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٞ وَلَمۡ يَمۡسَسۡنِي بَشَرٞۖ قَالَ كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٤٧

QS. Aal-i-Imraan: 47

...Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Dia berkehendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya cukup berkata kepadanya: Jadilah, lalu jadilah dia.

Nabi Musa terjepit antara laut dan pasukan Fir'aun. Gak ada jalan keluar. Tapi Allah membelah laut.

Nabi Ibrahim dilemparkan ke api yang sangat besar. Secara fisika, gak mungkin ia selamat. Tapi Allah berfirman kepada api itu: "Hai api, menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim." (QS. Al-Anbiya': 69)

قُلۡنَا يَٰنَارُ كُونِي بَرۡدٗا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩

QS. Al-Anbiyaa: 69

Pola yang sama berulang: manusia berkata gak mungkin, Allah berkata jadilah.

Kemustahilan Hanya Berlaku bagi Makhluk

Kenapa sesuatu terasa gak mungkin bagi kita?

Karena kita mengukurnya dengan kemampuan kita atau dengan hukum alam yang kita kenal. Kalau kemampuan kita gak cukup, kita bilang gak mungkin. Kalau hukum alam gak memungkinkan, kita bilang gak mungkin.

Tapi Al-Qadir gak terbatas oleh kemampuan kita. Dan hukum alam pun adalah ciptaan-Nya. Dzat yang menciptakan hukum api yang membakar, mampu memerintahkan api untuk mendinginkan.

Tentu, ini bukan berarti kita boleh mengabaikan hukum sebab-akibat dan hanya menunggu keajaiban. Allah menciptakan sebab-akibat sebagai sunnatullah, dan kita diperintahkan untuk berikhtiar melalui sebab-sebab itu. Mukjizat adalah hal luar biasa yang Allah berikan kepada para nabi, bukan pola yang bisa kita tuntut kapan saja.

Tapi yang perlu dibongkar adalah sikap hati. Ketika kita berkata "gak mungkin" dalam arti "Allah pun gak bisa," itu adalah meremehkan kekuasaan Allah. Dan ketika kita berhenti berdoa karena merasa sesuatu gak mungkin, itu adalah bentuk keputusasaan.

Putus Asa sebagai Meremehkan Al-Qadir

Coba perhatikan logika ini.

Orang yang putus asa dari rahmat Allah sebenarnya sedang berkata: "Masalahku lebih besar daripada kemampuan Allah untuk menyelesaikannya."

Kalau dirumuskan seperti itu, jelas terlihat betapa kelirunya.

Itulah kenapa Al-Qur'an sangat keras terhadap keputusasaan. Nabi Ya'qub, yang kehilangan dua anaknya, tetap berkata kepada anak-anaknya yang lain: "...Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah..." (QS. Yusuf: 87)

يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٧

QS. Yusuf: 87

Ya'qub tahu bahwa secara logika, Yusuf mungkin sudah gak ada. Bertahun-tahun gak ada kabar. Tapi ia gak pernah berhenti berharap. Karena ia kenal Al-Qadir.

Dan kita tahu akhirnya: Yusuf kembali.

Al-Qadir dan Perubahan Diri

Ada satu wilayah di mana "gak mungkin" paling sering muncul: perubahan diri.

"Aku sudah terlalu tua untuk berubah." "Kebiasaan ini sudah terlalu lama." "Dosaku sudah terlalu banyak."

Tapi kalau Allah Maha Kuasa membelah laut dan mendinginkan api, apakah Dia gak mampu mengubah hati seseorang?

Sejarah Islam penuh dengan kisah perubahan yang "gak mungkin." Umar bin Khattab, yang awalnya ingin membunuh Rasulullah, menjadi salah satu pembela Islam terkuat. Khalid bin Walid, yang dulu memimpin pasukan musuh di Uhud, menjadi panglima Islam yang disebut Saifullah, Pedang Allah.

Kalau Allah bisa mengubah mereka, Allah juga bisa mengubah kita.

Al-Qadir dalam Mendidik Anak

Ada orang tua yang sudah menyerah pada anaknya. "Anak ini gak mungkin berubah."

Mengenal Al-Qadir mengembalikan harapan. Hati anak ada di tangan Allah. Tugas kita adalah terus berusaha dan terus berdoa.

Dan ajarkan anak untuk gak mudah berkata "gak mungkin." Ketika mereka merasa gak mampu menghafal, gak mampu mengerjakan soal, atau gak mampu mengatasi ketakutan, ingatkan mereka: "Kamu mungkin gak bisa sendirian, tapi Allah Maha Kuasa. Minta tolong kepada-Nya, lalu berusaha."

Cara Praktis Menghidupkan Al-Qadir

Pertama, perhatikan berapa kali antum berkata "gak mungkin" hari ini. Setiap kali, tambahkan dalam hati: tapi Allah Maha Kuasa.

Kedua, baca kisah Zakariya dan Maryam di Surat Ali 'Imran dan Maryam. Rasakan bagaimana "gak mungkin" berubah menjadi "jadilah."

Ketiga, kembali berdoa untuk hal yang sudah lama antum anggap mustahil.

Keempat, tetap berikhtiar melalui sebab-sebab yang ada, sambil menggantungkan harapan kepada Al-Qadir.

Penutup

"Gak mungkin" adalah kata manusia. Ia lahir dari keterbatasan kita.

Tapi di hadapan Al-Qadir, kata itu kehilangan maknanya. Karena Dia hanya perlu berkata: Kun, jadilah.

Maka apa yang selama ini antum anggap gak mungkin, dan sudahkah antum memintanya kepada Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu?


Tulisan ini bagian dari seri Tadabbur Asmaul Husna: nama ke-69 dari 99.

M Salman Azhar

Ditulis oleh

M Salman Azhar

Artikel Terkait