Setiap manusia butuh seseorang yang bisa diandalkan.
Anak kecil punya orang tua. Karyawan punya atasan yang membela. Warga punya negara yang melindungi. Anggota komunitas punya pemimpin yang memperjuangkan.
Kita semua butuh "wali": seseorang yang dekat, peduli, dan siap menolong saat kita butuh.
Masalahnya, wali-wali manusia punya batas. Orang tua bisa meninggal. Atasan bisa berganti. Negara bisa gagal. Pemimpin bisa berkhianat.
Adakah Wali yang gak punya batas? Jawabannya: Al-Waliyy.
Makna Al-Waliyy
Al-Waliyy berasal dari akar و-ل-ي (w-l-y), yang bermakna dasar dekat, berdampingan, mengikuti tanpa jarak. Dari makna kedekatan itu lahir makna-makna lain: menolong, melindungi, mengurus, mencintai.
Karena wali adalah orang yang dekat, ia tahu kebutuhan kita. Karena ia dekat, ia bisa menolong dengan cepat. Karena ia dekat, ia peduli.
Al-Waliyy adalah Allah yang menjadi pelindung, penolong, dan pengurus bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Dia dekat dengan mereka, mencintai mereka, dan menjaga urusan mereka.
Dari Gelap Menuju Cahaya
Ayat yang paling terkenal tentang nama ini:
ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِۗ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٢٥٧
Allah Pelindung (waliyy) orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan-kegelapan...
Perhatikan detail bahasanya.
Kata kegelapan di ayat ini berbentuk jamak: azh-zhulumat, kegelapan-kegelapan. Sedangkan cahaya berbentuk tunggal: an-nur.
Para mufassir memberi isyarat yang indah: jalan kesesatan itu banyak dan bercabang-cabang. Ada kegelapan syirik, kegelapan kebodohan, kegelapan hawa nafsu, kegelapan keraguan, kegelapan maksiat. Tapi jalan kebenaran hanya satu: cahaya Allah.
Dan perhatikan juga: Allah yang mengeluarkan. Kita gak dibiarkan mencari jalan keluar sendiri. Al-Waliyy yang menuntun kita keluar dari setiap lapis kegelapan.
Al-Waliyy dan Al-Hamid
Ada satu ayat yang menyandingkan Al-Waliyy dengan Al-Hamid dalam konteks yang sangat menyentuh:
وَهُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ مِنۢ بَعۡدِ مَا قَنَطُواْ وَيَنشُرُ رَحۡمَتَهُۥۚ وَهُوَ ٱلۡوَلِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ٢٨
Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
Min ba'di ma qanathu, setelah mereka berputus asa.
Hujan turun justru setelah manusia berputus asa. Seolah Allah ingin menunjukkan: pertolongan-Ku datang di saat kalian merasa gak ada lagi harapan. Karena Aku adalah Wali kalian.
Ada momen-momen dalam hidup ketika kita merasa semua pintu tertutup. Di momen seperti itulah, Al-Waliyy sering menunjukkan pertolongan-Nya.
Siapa Wali Allah?
Kalau Allah adalah Waliyy bagi orang beriman, maka orang-orang beriman juga disebut auliya'ullah, wali-wali Allah.
Siapa mereka? Banyak orang membayangkan wali Allah sebagai orang yang punya karamah luar biasa: bisa terbang, bisa berjalan di atas air, bisa menghilang.
Tapi Al-Qur'an memberi definisi yang jauh lebih sederhana:
أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٦٢ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ٦٣
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Beriman dan bertakwa. Itu definisinya.
Gak ada syarat karamah. Gak ada syarat keajaiban. Setiap orang beriman yang bertakwa adalah wali Allah, sesuai kadar iman dan takwanya.
Ini membongkar asumsi yang sering membuat orang merasa jauh dari Allah. "Aku bukan wali, aku orang biasa." Padahal setiap kali kita beriman dan bertakwa, kita sedang menjadi wali Allah.
Hadits tentang Wali
Ada sebuah hadits qudsi yang sangat terkenal tentang wali Allah, diriwayatkan Bukhari. Allah berfirman:
Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya...
Perhatikan jalannya: kewajiban dulu, baru sunnah.
Banyak orang ingin langsung melompat ke amalan-amalan sunnah yang istimewa, sementara kewajibannya masih berantakan. Hadits ini menegaskan bahwa yang paling dicintai Allah adalah kewajiban. Shalat lima waktu yang terjaga lebih utama dari seribu amalan sunnah yang dikerjakan sambil meninggalkan yang wajib.
Semua Perlindungan Lain Rapuh
Al-Qur'an memberi perumpamaan yang sangat tajam tentang orang yang mencari pelindung selain Allah:
مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗاۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٤١
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.
Rumah laba-laba. Terlihat rumit dan canggih, tapi bisa hancur oleh sentuhan jari.
Begitulah semua perlindungan selain Allah. Koneksi dengan orang berkuasa, kekayaan yang banyak, asuransi yang lengkap, semuanya terlihat kokoh. Tapi di hadapan takdir Allah, semuanya serapuh rumah laba-laba.
Bukan berarti kita gak boleh menggunakan sebab-sebab itu. Tapi hati kita jangan bersandar kepadanya. Sandaran hati hanya kepada Al-Waliyy.
Al-Waliyy dalam Mendidik Anak
Orang tua adalah wali bagi anak-anaknya. Tapi kita adalah wali yang terbatas.
Kita gak bisa menjaga mereka 24 jam. Kita gak bisa melindungi mereka dari semua bahaya. Dan suatu hari, kita akan meninggalkan mereka.
Maka tugas terbesar kita sebagai wali adalah mengenalkan mereka kepada Wali yang sebenarnya. Supaya ketika kita gak ada lagi, mereka tetap punya pelindung yang gak pernah pergi.
Doakan mereka setiap hari: Ya Allah, jadilah Wali bagi anak-anakku, sebagaimana Engkau Wali bagi orang-orang beriman.
Cara Praktis Menghidupkan Al-Waliyy
Pertama, saat merasa sendirian dan gak ada yang menolong, ingat Al-Baqarah ayat 257. Allah adalah Wali orang beriman.
Kedua, perbaiki kewajiban sebelum mengejar sunnah. Itulah jalan menjadi wali Allah menurut hadits qudsi.
Ketiga, periksa di mana hati antum bersandar. Kalau pada "rumah laba-laba," mulai pindahkan sandaran kepada Al-Waliyy.
Keempat, jangan pernah memusuhi orang-orang beriman. Mereka adalah wali-wali Allah.
Penutup
Semua wali manusia punya batas. Mereka bisa pergi, bisa berubah, bisa gagal.
Tapi ada Wali yang selalu dekat, yang mengeluarkan kita dari setiap lapis kegelapan menuju satu cahaya.
Maka kegelapan mana yang sedang antum hadapi sekarang, dan sudahkah antum meminta Al-Waliyy untuk mengeluarkan antum darinya?
Tulisan ini bagian dari seri Tadabbur Asmaul Husna: nama ke-55 dari 99.