Di pengadilan dunia, saksi adalah salah satu penentu terpenting.
Satu kesaksian bisa membebaskan orang yang bersalah atau memenjarakan orang yang gak bersalah. Dan kita tahu, saksi bisa berbohong. Saksi bisa lupa. Saksi bisa disuap. Saksi bisa diancam.
Banyak orang yang dizalimi di dunia bukan karena gak ada kebenaran, tapi karena gak ada saksi yang bisa atau mau membuktikannya.
Tapi ada satu Saksi yang hadir di setiap kejadian, gak pernah lupa, gak pernah bisa disuap, dan gak pernah takut pada siapa pun. Namanya Asy-Syahid.
Makna Asy-Syahid
Asy-Syahid berasal dari akar ش-ه-د (sy-h-d), yang bermakna hadir, menyaksikan, bersaksi. Kalimat syahadat berasal dari akar yang sama, yaitu kesaksian. Orang yang gugur di jalan Allah disebut syahid karena, menurut sebagian penjelasan ulama, ia menyaksikan kemuliaan yang Allah siapkan untuknya.
Asy-Syahid adalah Allah yang hadir dan menyaksikan segala sesuatu, gak ada yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan menjadi saksi atas semua perbuatan makhluk-Nya.
ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ ٩
...Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Dan di ayat lain:
سَنُرِيهِمۡ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّۗ أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ ٥٣
...Dan tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
Beda Asy-Syahid dengan Al-'Alim dan Al-Khabir
Kita sudah membahas Al-'Alim (Yang Maha Mengetahui) dan Al-Khabir (Yang Mengetahui hakikat terdalam). Lalu apa bedanya dengan Asy-Syahid?
Para ulama menjelaskan: Al-'Alim adalah ilmu secara mutlak. Al-Khabir adalah ilmu tentang hal-hal batin yang tersembunyi. Sedangkan Asy-Syahid adalah ilmu tentang hal-hal yang tampak dan terjadi, disertai kehadiran langsung.
Asy-Syahid menekankan bahwa Allah gak hanya "tahu" dari jauh. Dia hadir dan menyaksikan setiap peristiwa, seperti saksi mata.
Konteks Al-Buruj: Penyiksaan yang Disaksikan
Ayat wallahu 'ala kulli syai'in syahid di Surat Al-Buruj punya konteks yang sangat kuat.
Surat ini, seperti yang kita singgung saat membahas Al-Wadud, bercerita tentang Ashabul Ukhdud, orang-orang beriman yang dilemparkan ke dalam parit berisi api. Para penyiksa duduk di pinggir parit, menyaksikan penderitaan mereka.
Allah menggambarkan:
إِذۡ هُمۡ عَلَيۡهَا قُعُودٞ ٦ وَهُمۡ عَلَىٰ مَا يَفۡعَلُونَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ شُهُودٞ ٧
Ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan (syuhud) apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.
Para penyiksa itu adalah saksi dari kekejaman mereka sendiri. Mereka duduk dan menonton.
Lalu beberapa ayat kemudian, Allah menutup dengan: "...Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (ayat 9)
Seolah pesannya: kalian menyaksikan penyiksaan itu sambil tertawa. Tapi ada Saksi lain yang juga menyaksikan. Dan kesaksian-Nya akan menjadi dasar pengadilan yang sebenarnya.
Saksi-Saksi di Hari Kiamat
Al-Qur'an menjelaskan bahwa di hari kiamat, akan ada banyak saksi.
Allah sendiri adalah saksi utama.
Para rasul menjadi saksi atas umatnya (QS. An-Nisa': 41).
Malaikat pencatat menjadi saksi atas setiap perbuatan.
Dan yang paling mengejutkan: anggota tubuh kita sendiri.
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٦٥
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka, dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Bayangkan. Tangan yang kita pakai untuk mengetik komentar kebencian akan bersaksi. Mata yang kita pakai untuk melihat yang haram akan bersaksi. Kaki yang kita langkahkan ke tempat maksiat akan bersaksi.
Bahkan kulit kita pun akan bersaksi (QS. Fushshilat: 20–21). Dan ketika manusia bertanya kepada kulitnya, "Kenapa kamu menjadi saksi terhadap kami?", kulit menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai berkata."
Kabar Gembira bagi yang Difitnah
Sekarang, lihat nama ini dari sisi orang yang dizalimi.
Pernahkah antum difitnah? Dituduh melakukan sesuatu yang gak antum lakukan? Dan antum gak punya cara untuk membuktikan bahwa antum gak bersalah?
Rasanya sangat menyakitkan. Seperti berteriak di ruang kedap suara.
Tapi Asy-Syahid menyaksikan semuanya. Dia tahu kebenaran yang sesungguhnya. Dan kesaksian-Nya gak bisa dibantah.
Aisyah radhiyallahu 'anha pernah difitnah dengan tuduhan yang sangat keji dalam peristiwa haditsul ifk. Selama sebulan ia menderita, gak ada yang bisa membuktikan kebenarannya. Sampai akhirnya Allah sendiri yang menjadi saksi, dengan menurunkan ayat-ayat Surat An-Nur yang membersihkan namanya.
Gak semua orang yang difitnah akan dibersihkan namanya di dunia. Tapi semua akan dibersihkan di hadapan Asy-Syahid.
Hidup sebagai Orang yang Disaksikan
Kalau kita sadar bahwa hidup kita selalu disaksikan oleh Asy-Syahid, maka cara hidup kita akan berubah.
Kita akan lebih jujur dalam bersaksi. Al-Qur'an memerintahkan: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabat kalian..." (QS. An-Nisa': 135)
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ وَإِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا ١٣٥
Di era media sosial, kita semua adalah "saksi." Kita menyebarkan informasi, berkomentar tentang kejadian, dan menyampaikan kesaksian kita kepada publik. Berapa banyak kesaksian palsu yang kita sebarkan tanpa verifikasi?
Mengenal Asy-Syahid membuat kita lebih berhati-hati. Karena setiap "kesaksian" yang kita sebarkan juga disaksikan oleh-Nya.
Asy-Syahid dalam Mendidik Anak
Anak-anak sering berbohong untuk menghindari hukuman. Itu wajar di usia tertentu.
Ajarkan mereka bahwa ada Saksi yang selalu hadir. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menanamkan kejujuran. "Nak, Ayah mungkin gak lihat. Tapi Allah menyaksikan. Dan Allah lebih senang kalau kamu jujur, meski salah."
Dan hargai kejujuran mereka. Anak yang dihukum berat setelah jujur akan belajar bahwa berbohong lebih aman.
Cara Praktis Menghidupkan Asy-Syahid
Pertama, saat difitnah dan gak bisa membuktikan kebenaran, tenangkan hati: Asy-Syahid menyaksikan.
Kedua, sebelum menyebarkan informasi, tanyakan: apakah aku yakin ini benar? Karena Asy-Syahid menyaksikan kesaksianku.
Ketiga, renungkan Yasin ayat 65. Bayangkan apa yang akan disaksikan tangan dan kaki antum hari ini.
Keempat, berani bersaksi dengan benar, meski terhadap diri sendiri atau keluarga.
Penutup
Di dunia, saksi bisa berbohong, bisa lupa, bisa disuap.
Tapi ada Saksi yang hadir di setiap detik hidup kita, yang gak pernah lupa, dan gak pernah bisa disuap.
Maka kalau hari ini tangan dan kaki antum diminta bersaksi, apa yang akan mereka katakan?
Tulisan ini bagian dari seri Tadabbur Asmaul Husna: nama ke-50 dari 99.